Lemahnya Pengawasan Dugaan Praktek Pungli Di Samsat Surabaya Utara

Surabaya//medianusantara.online Kebijakan baur dua yang baru AKP ( Af ) dulunya menjabat menjadi Kasat lantas di Kediri terkait pungli yang sudah familiar di Samsat Surabaya Utara membuat aturan yang tidak tertulis, yang hanya di beritahu kepada setiap Pokja setiap loket Samsat Surabaya Utara.

Terkait pungli yang nominalnya sangat fantastis berada di Rp.100.000,- sampai dengan Rp.400.000,- untuk mobil atau yang punya sebutan R4, harga tersebut terbagi bagi dari harga setiap Loket Cek fisik Rp.100.000,-, Loket Formulir Rp.120.000,- , loket verifikasi Rp.25.000,-Loket pendaftaran 5 Tahun Rp.350.000,-, Loket Blokir Rp.80.000,-, Loket STNK Rp.40.000,- untuk pengambilan STNK dan plat nomer 5 tahun dan penulisan bpkb.

untuk 1 berkas kendaraan bermotor Mobil Penumpang kalau di total Rp.725.000,-, harga yang sangat fantastis ini cukup menguras kantong. Lantas pungli tersebut di setorkan Ke siapa? Pertanyaan besar, Itu harga untuk biro jasa dan media sedangkan Menurut pemantauan awak media, biro jasa bisa sampai membawa lebih dari 4 berkas, kalau dikalikan dengan penghitungan 725rb nominalnya kalau di hitung perbulan maupun pertahun brapa ratus juta atau brapa Milyar yang mereka korupsi dari uang negara.

Lebih lanjut praktik pungli semacam Ini juga bertentangan dengan peraturan presiden no 87
tahun 2016 tentang satuan tugas sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) yang menegaskan komitmen pemerintah memberantas pungutan ilegal di seluruh sektor pelayanan publik.

Lantas bagaimana dengan respon ditlantas polda jatim terkait pungli yang berada di Samsat Surabaya Utara yang beralamat di jalan Kedung Cowek No 373 Surabaya ujar salah satu biro jasa.

Peraturan ini dibuat bukan dipatuhi malah sebaliknya mereka langgar demi mempertahankan kedudukannya atau mempertahankan jabatannya untuk bertahan di samsat, ujar salah satu oknum, mereka hanya menjalankan perintah dari atasanya dan ini kebijakan dari baur dua AKP Af yang baru menjabat di samsat Surabaya Utara ujarnya.( Toni )

Berita Terkait