Lamongan.medianusantara.online Aliansi Lamongan Bersatu Jaya Indonesia menggelar aksi damai di halaman Kantor Kecamatan Brondong, Lamongan, pada Rabu (06/05/2026) berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada kericuhan atau insiden yang mencoreng jalannya penyampaian aspirasi.
Para demonstran yang tergabung dalam Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia (ABJI) ini disambut dengan baik oleh Camat Brondong, Nurul Khumaidah, S.H., M.M., yang secara langsung mendengarkan dan merespons setiap tuntutan yang disampaikan terkait ketahanan pangan dan program PTSL yang diduga ada penyimpangan.
Aksi unjuk rasa yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Presiden ABJI, Suliono, S.H. Bersama puluhan anggotanya, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap berbagai temuan penyimpangan di sektor ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Brondong.
Dalam orasinya, Suliono membacakan sejumlah poin penting yang menjadi tuntutan LSM Alam Bersatu. Ia menyebutkan adanya indikasi penyelewengan dalam distribusi bantuan pangan, lemahnya pengawasan terhadap alokasi 20% dari Dana Desa untuk program ketahanan pangan.
“Kami menemukan banyak penyimpangan di lapangan. Mulai dari bantuan yang tidak tepat sasaran, hingga adanya praktik-praktik yang merugikan petani dan nelayan. Kami meminta Camat untuk tegas dalam mengawasi desa-desa, jangan sampai Camat dibenturkan dengan permasalahan oleh oknum Kepala Desa” ujar Suliono di atas panggung orasi.
Camat Brondong Sambut Baik Aspirasi
Berbeda dengan aksi demo pada umumnya yang kerap diwarnai ketegangan antara demonstran dan aparat, suasana di Kantor Kecamatan Brondong justru terlihat sangat bersahabat. Camat Nurul Khumaidah dengan sigap menemui perwakilan demonstran dan membuka ruang dialog untuk audensi secara terbuka.
Dengan penuh senyum dan ketenangan, Nurul Khumaidah mendengarkan setiap tuntutan yang disampaikan oleh Suliono beserta anggota Alam Bersatu. Ia tidak menunjukkan sikap defensif atau meremehkan aspirasi yang disampaikan. Justru sebaliknya, ia mengapresiasi keberanian LSM Alam Bersatu dalam mengawal ketahanan pangan di wilayahnya.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Alam Bersatu yang telah peduli terhadap ketahanan pangan di Brondong. Aspirasi ini sangat berharga bagi kami untuk memperbaiki kinerja ke depan,” ujar Nurul Khumaidah saat memberikan sambutan.
Semua Permasalahan Dijawab dengan Jelas
Yang menarik dari aksi demo ini adalah respons cepat dan konkret dari Camat Nurul Khumaidah yang bertindak sebagai moderator terhadap semua permasalahan yang diangkat oleh demonstran. Satu per satu tuntutan dijawab dengan jelas, oleh Kepala Desa dan Ketua BUMDES yang melaksanakan program ketahanan pangan tahun 2025 disertai data dan rencana tindak lanjut.
Terkait temuan penyelewengan bantuan pangan, Nurul Khumaidah mengakui bahwa masih ada kelemahan dalam pendataan penerima manfaat. Ia berjanji akan melakukan verifikasi ulang data penerima bantuan di seluruh desa di Kecamatan Brondong.

“Kami akan turun langsung ke desa-desa bersama perangkat desa dan pendamping untuk memastikan bahwa bantuan pangan tepat sasaran. Jika memang ditemukan penyimpangan, kami tidak akan segan-segan untuk mengambil tindakan tegas,” tegasnya.
Sementara itu, terkait tuntutan pengawasan yang lebih ketat terhadap desa-desa, Nurul Khumaidah menjelaskan bahwa pihaknya akan memperkuat peran pendamping desa dan melibatkan lebih aktif Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengawasi pengelolaan cadangan pangan desa.
“Kami akan buka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat dan LSM untuk ikut mengawasi. Karena ketahanan pangan adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah,” imbuhnya.
Demo Berakhir dengan Dialog
Setelah sesi tanya jawab yang berlangsung sekitar satu jam, aksi demo resmi dibubarkan. Tidak ada desakan, tidak ada tindakan represif dari aparat. Bahkan, sebelum meninggalkan lokasi, perwakilan LSM Alam Bersatu dan Camat Brondong berjabat tangan dan berfoto bersama sebagai simbol bahwa dialog telah berjalan dengan baik.

“Kami apresiasi Camat Brondong yang berkenan mendengarkan dan menjawab semua pertanyaan kami dengan baik. Kami berharap janji-janji beliau ditepati. Alam Bersatu akan terus mengawal,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Nurul Khumaidah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada demonstran yang telah menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
“Ini adalah contoh demo yang baik. Santun, tertib, dan penuh dengan gagasan konstruktif. Saya berharap aksi seperti ini yang terus kita kembangkan di Lamongan,” pungkasnya.
Polisi Apresiasi Jalannya Demo
Kapolsek Brondong yang turut memantau jalannya aksi juga memberikan apresiasi kepada kedua belah pihak. Menurutnya, demo yang berjalan kondusif ini adalah bukti bahwa masyarakat Brondong dewasa dalam menyampaikan aspirasi.
“Tidak ada anarkisme. Semua berjalan sesuai dengan aturan. Ini patut dicontoh oleh daerah lain,” ujar Kapolsek Brondong.
Ketahanan Pangan Tanggung Jawab Bersama
Aksi demo aspirasi tentang ketahanan pangan oleh LSM Alam Bersatu di Brondong berakhir dengan sukacita. Camat Nurul Khumaidah tidak hanya mendengarkan, tetapi juga memberikan respons konkret. Sementara itu, demonstran menunjukkan kedewasaan dalam menyuarakan pendapat. Semoga apa yang disepakati hari ini dapat diimplementasikan dengan baik demi terwujudnya ketahanan pangan yang kuat dan berkeadilan di Lamongan. CW
