Peringati Bulan Soekarno DPAC PDI-P Kecamatan Tarik Gelar Doa Bersama Dan Santunan Anak Yatim Piatu

Pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PDI-P Kecamatan Tarik kabupaten Sidoarjo memperingati bulan Soekarno dengan menggelar doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim-piatu. Acara tasyakuran digelar di salah satu yayasan panti asuhan Al Muzammil Desa Sebani Kecamatan Tarik

Sidoarjo//media Nusantara.online – Pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PDI Perjuangan Kecamatan Tarik kabupaten Sidoarjo menggelar doa bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim-piatu di panti asuhan Al Muzammil desa Sebani Kecamatan Tarik. Giat pengurus DPAC PDI-P Kecamatan Tarik hari ini, Sabtu,20/6/2026 dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno dan juga tahun baru Islam 1448 Hijriyah.

Kegiatan yang berlangsung di pantai asuhan Al Muzammil tersebut di hadiri langsung oleh Prabata Ferdiansyah, anggota DPRD kabupaten Sidoarjo dari fraksi PDIP yang sekaligus Ketua DPAC PDI-P Kecamatan Tarik. Suasana khitmat dan penuh rasa kebersamaan dan empati saling membantu, menjadi momentum untuk merawat tradisi kebangsaan sekaligus meneguhkan semangat gotong royong dan pengabdian kepada rakyat yang diwariskan Presiden pertama Republik Indonesia yang juga bapak proklamator, Ir Soekarno.

Acara yang diikuti Pengurus DPAC Kecamatan Tarik dan kader PDI Perjuangan langsung menggelar Doa bersama dipimpin Pengurus Panti asuhan Al Muzammil.

Ketua DPAC PDI-P Kecamatan Tarik, Prabata Ferdiansyah mengatakan tradisi tasyakuran dan doa bersama merupakan bagian dari budaya bangsa yang telah diwariskan secara turun-temurun. Menurutnya, bangsa Indonesia mampu bertahan hingga saat ini karena tetap menjaga tradisi menghormati dan mendoakan para pendahulu yang telah berjasa bagi bangsa dan negara.

“Tradisi tasyakuran dan doa bersama ini lahir dari kebudayaan bangsa kita. Sampai hari ini bangsa Indonesia tetap eksis karena memiliki tradisi menghormati dan mendoakan para pendahulu. Dalam ajaran Islam pun, sejak zaman Rasulullah SAW, mendoakan orang-orang yang telah mendahului merupakan bagian dari ikhtiar menjaga hubungan batin dan keteladanan”, ujarnya.

Anggota komisi C, DPRD kabupaten Sidoarjo tersebut juga menegaskan, Bulan Bung Karno tidak semata menjadi ajang mengenang sosok proklamator, tetapi juga momentum untuk meneladani nilai perjuangan, pengabdian, dan kecintaan Bung Karno kepada rakyat. Lebih lanjut, Prabata Ferdiansyah juga mengatakan bahwa alasan memperingati bulan Soekarno di panti asuhan kali ini juga bertepatan dengan tahun baru Islam 1448 Hijriyah.

” Peringatan bulan Soekarno tahun ini kita memilih di selenggarakan di panti asuhan Al Muzammil Desa Sebani, karena kebetulan juga masih dalam suasana tahun baru Islam 1448 Hijriyah”. Jelas politisi muda partai PDI-P tersebut. (NK)